pagi memulai kisah saat cahaya membuka selubung kabut, langit pun mencurah cinta, menebar bahagia dari doadoa yang kau pinta.
aku terbangun oleh kecupan lembut mentari, sentuhan hangat angin pagi dan kecupmu yang kau sampaikan lewat merpati.
Awas sayang; hatiku berjatuhan, serpihan kepingnya akan membuatmu terluka, menggores hatimu dengan manisnya cinta.
Keindahan pagi hanya sekejap menyejukkan hati, dalam kesunyian paling diam, perih kehilanganmu mengakar begitu dalam.
Pagi, hanya untuk mengusap dada, menyulam tabah, sekali lagi, dalam puisimu bukan namaku yang tertera.
Pagi ini aku menuliskan sajak cinta untukmu. Sambil bercumbu dengan angin yang membawa rindu untukku.
Serambut merah di awan biru bertahta, pagi menyapa mimpi tersisa, terlonjak rasa semangat, asa gembira.
Pagi adalah kehilangan--embun menetes dari daun ke daun, jatuh ke tanah, atau menguap oleh matahari, lesap.
Setetes embun pagi, basahi lapang hati sanubari; gemburkan rindu yang tak terbendung di relung ini,kekasih.
Pinarak
Selasa, 11 Oktober 2011
Pagiku adalah bagian dari hariku
Langganan:
Postingan (Atom)


