Selasa, 24 Juli 2012

Alasan Mengapa Kurma Menjadi Andalan Buka Puasa

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgptSq-Ng9RlhY0des265z2INoPuMW6J6aWXExqbz7WffZt8J6ibU62a4Y_EpD-9CldMZ2GmtHUplbAtUkFbP7pa1XOIsU9huBIxCWrQqW4CD4dERDVHrxsOXLVTvVsNMhCMs2lBL1BujM7/s320/kurma+ajwa.bmp
Kurma identik sebagai makanan manis untuk berbuka puasa. Tak hanya manis rasanya, tapi memiliki gizi yang baik dibanding manisan buah kering lainnya.

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa juga merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan para nabi. Bahkan kebiasan itu telah menjadi sunnah rasul.

Seperti dikutip dari laman Glamour.com, rasa manis buah kurma tidak seperti buah kering lainnya. Rasa manis dan masyirnya yang mudah meleleh di lidah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama saat dikonsumsi untuk berbuka puasa.

Mengapa? Sifatnya yang mudah meleleh membuat kurma mudah dicerna. Hal ini tepat dikonsumsi saat buka puasa karena organ pencernaan, khususnya lambung membutuhkan makanan lembut setelah sehari tak tersentuh makanan.

Tak hanya itu, kurma juga mengandung gula dan air sehingga membuatnya semakin mudah dicerna dan sampai ke darah. Kurma juga mengandung kalium yang bermanfaat mengendalikan tekanan darah dan membantu kerja otot.

Kurma memang memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibanding buah kering lainnya. Namun, kandungan kaliumnya mampu menekan natrium atau garam berlebih penyebab hipertensi. Itulah mengapa pengidap hipertensi juga sangat disarankan mengonsumsi kurma. Cukup konsumsi 5 buah kurma sehari demi mencukupi kebutuhan kalium harian.

Para peneliti di University of Scranton menambahkan, kurma juga memiliki konsentrasi polyphenol tertinggi dibanding buah-buahan kering lainnya. Sebagai antioksidan, polyphenol berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi dan serangan penyakit.

Keajaiban Kurma
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEianpUffhauoqjgK2WIp1C1izvMLstAtODm56YlKuBV7MI6PSBTYZbkhZ7K9pai_Fmug5MNiSUpUfhWj7SMqejja4CfCGytqhlRLcEVcGp96YhnlRGYLZaSsphhlrkVOdi4kwAcIh3BHx4n/s400/kurma001
Kurma, merupakan salah satu makanan khas saat bulan Ramadhan tiba. Setiap kali menjelang berbuka puasa, buah manis berwarna cokelat terang hingga gelap ini sering menjadi menu perdana berbuka.

Dikutip dari Arab News, pakar kesehatan Paul Gross dalam bukunya 'Buah-buahan Super' menyebutkan ada beberapa faktor yang membuat jenis buah tertentu dikategorikan sebagai buah super. Yakni nutrisi, kandungan fitokimia, warna serta berbagai uji klinis mengenai manfaat buah.

Kurma atau dalam bahasa ilmiahnya dactylifera phoenix merupakan buah asli dari Semenanjung Arab, Timur Tengah dan Afrika Utara. Warna kurma beragam, dari coklat terang hingga mendekati warna hitam. Bentuknya pun berbeda-beda, dari persegi panjang, bulat kecil hingga berukuran besar dan panjang. Kebanyakan buah potensial ekspor itu berupa kurma kering.

Kurma kaya akan gizi, fitokimia, air dan gula alamiah untuk mempertahankan kesehatan suku badui saat di padang pasir. Kandungan fruktosa dan glukosa dalam kurma adalah sumber energi sekaligus kaya asam amino.

Keuntungan lain kurma, buah ini rendah lemak namun kaya serat dan prebiotik dan pitosterol, yang membantu mengendalikan kadar kolesterol. Kurma kaya akan selenium, kalium, kalsium, magnesium, mangan, dan besi yang meningkatkan kekebalan serta melindungi jantung, membangun massa tulang, dan meningkatkan sel darah merah.

Vitamin B dan C di dalamnya juga penting bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Asam lemak omega dalam kurma terbukti menyehatkan jantung, kulit, dan otak yang mirip dengan minyak zaitun.

Kurma juga berfungsi sebagai buah detoksifikasi dan mengurangi radikal bebas dalam tubuh dengan kandungan karotenoid, polifenol, anthocyanin, proanthocyanidins oligomer, tanin, luteolin, quercetin, dan apigenin.

Dari studi para ilmuwan Abu Dhabi, kurma terbukti mampu menekan bakteri menembus membran sel dan mencegah infeksi serta lebih tahan disimpan dalam jangka waktu lama.

Di Arab, sejak dahulu, kurma telah dikenal sebagai pengobatan tradisional untuk banyak kondisi, mulai dari gangguan pencernaan dan pernafasan dan membangun tulang untuk kehamilan, kelahiran,membantu ibu menyusui, meningkatkan sperma, meningkatkan dorongan seksual, dan kesuburan hingga energi selama melahirkan, dan mencegah pendarahan.

Jadi, sungguh cocok jika Anda memilih kurma sebagai menu berbuka untuk memulihkan energi setelah seharian berpuasa.


sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/08/mengapa-kurma-menjadi-andalan-buka.html

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Menunda Pekerjaan

Selama ini mungkin kamu selalu berusaha mencari pembenaran untuk menunda pekerjaan atau proses belajar kamu, tapi kamu belum menemukan sebuah alasan yang tepat. Namun hari ini, semua itu akan berubah. MBDC punya 5 alasan kuat, kenapa kamu harus menunda pekerjaan kamu. Ya ampun, ini revolusioner sekali! Apakah alasan itu, MBDC?! Ini dia alasannya:

1. Karena Rasanya Menyenangkan

Kamu tahu kamu harus menyelesaikan pekerjaan kamu karena tenggatnya sudah dekat. Tapi kemudian kamu bisa melihat dari sisi yang berbeda dan menyadari kalau kamu masih punya beberapa saat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Itu rasanya LUAR BIASA BANGET LHO! Perasaan ini jelas gak akan mungkin kamu dapatkan kalau kamu gak menunda pekerjaan.
2. Hal-hal Baik Akan Terjadi Pada Mereka Yang Menunggu
Misalnya nih ya, kamu udah bela-belain menyelesaikan di awal. Eh, taunya terakhir-terakhir ada kabar kalau ternyata pekerjaan tersebut gak jadi dikumpulin atau ternyata harus diganti lagi formatnya jadi lebih simple. Huh, tau gitu gak usah bela-belain ngerjain duluan kan? Tapi kalo kamu santai aja dan menunda pekerjaan? Tentu kamu tidak akan merasa dirugikan dan sebaliknya akan merasa sangat bersyukur!

3. Hasilnya Sama Aja.

Ini untuk  prokrastinator sejati yang memiliki prinsip pressure makes perfect a.k.a sempurna di bawah tekanan. Asik. Karena kadang-kadang, udah sibuk-sibuk ngerjain dari kapan tau, hasilnya sama saja dengan sistem kebut semalam. Jadi mending ngerjain dari kapan tau atau sistem kebut semalam? Ya sistem kebut semalam dong ah.

4. Stress-nya Cuma Sebentar.

Daripada stress sebulan karena ngerjain pekerjaan, mendingan cuma 2 hari menjelang deadline. Ya kan? Stress lama-lama itu gak baik buat kesehatan lho. Bisa bikin darah tinggi. Atau parah-parahnya bisa bikin stroke. Kamu gak mau stroke dong?

5. Lebih Banyak Waktu Untuk Bersenang-Senang

Yaeyalah, kalo seluruh waktu kamu dicurahkan untuk mengerjakan pekerjaan ini, kapan mainnya? Bergaulnya? Nonton konsernya? Buang-buang duitnya? Kapan coba? Ayo jawab!
Ya kan? Ya kan? Ya kan? Udah nanti aja belajar atau ngerjain kerjaannya. Browsing MBDC aja terus. Hohohoho.

Makanan yang Bikin Tetap Segar Selama Puasa



Berpuasa selama 14 jam sebenarnya tak lantas membuat tubuh lemas. Sumber energi bisa tersimpan baik dalam tubuh dan menjaga tubuh tetap segar, asalkan memilih dan mengatur makan dengan tepat. Bagi Anda yang berpuasa dan tetap menjalankan aktivitas tinggi, cadangan energi yang cukup pastinya sangat dibutuhkan.



Ahli Gizi Klinis, dr Samuel Oetoro, SpGK, menjelaskan bahwa selama berpuasa, kadar energi dalam tubuh rendah karena tidak ada asupan sumber energi, yakni karbohidrat. Agar tubuh tetap segar, kuncinya menjaga kadar karbohidrat dalam darah tetap stabil dan tidak menurun drastis. Caranya dengan mengatur makan saat sahur dan berbuka puasa.

Pola makan saat sahur


Saat sahur, setelah bangun tidur, makanlah makanan lengkap. Perbanyak sayur dan buah, minum air putih empat gelas hingga waktu imsak, dan hindari gula -termasuk teh manis.

"Saat sahur, makanlah makanan yang mengandung sumber karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat. Mengonsumsi karbohidrat kompleks membuat penyerapan di saluran cerna lebih lambat sehingga tak mudah lapar. Hindari konsumsi lemak jelek dan jenuh (kolesterol tinggi), termasuk gorengan karena akan membuat cepat haus," kata dr Sam.

Sumber karbohidrat kompleks bisa didapatkan dari nasi merah, kentang yang dimakan dengan kulitnya, atau roti gandum. Hindari karbohidrat simpleks seperti tepung dan gula. Sedangkan asupan protein bisa dari ikan atau ayam.

Saat sahur, hindari lemak dengan kolesterol tinggi seperti kuning telur, cumi, udang, kepiting, atau jeroan. Karenanya, saat sahur perbanyak makan sayur dan buah.

Menjelang imsak, tambah lagi asupan sumber energi karbohidrat kompleks dari buah berserat tinggi, seperti apel atau pir. Buah ini bisa dimakan langsung atau diblender (sari buah diminum bersama ampasnya) bersama kulitnya agar penyerapan oleh tubuh berlangsung perlahan dan menstabilkan gula darah. Pilihan buah lain bisa juga diganti dengan pisang dengan dimakan langsung.

"Jika banyak makan manis, termasuk teh manis, kadar gula darah memang akan melonjak naik namun akan cepat turun kembali. Siang menjelang sore tubuh sudah mulai lemas," imbuh dr Sam.

Pola makan ini akan membantu tubuh Anda menjaga sumber energi dan menstabilkan gula darah. Meskipun saat berpuasa, gula darah cenderung akan turun namun tidak drastis dengan pilihan makanan yang tepat. Pengaruhnya, aktivitas sepanjang hari tidak terganggu karena cadangan energi masih membuat tubuh segar hingga berbuka.

Pola makan saat berbuka puasa


Saat datang waktu berbuka, kadar gula darah semakin rendah. Sebaiknya segera berbuka untuk meningkatkan kembali energi agar tubuh tidak lemas. Anda masih ingin menjalankan ibadah shalat tarawih dengan tubuh segar, bukan?

Makan dan minum yang manis saat berbuka sangat dianjurkan, namun pilih makanan dan minuman yang sehat. Ganti teh manis atau kolak dengan jus buah (sari buah) agar kadar gula naik dan tubuh kembali berenergi.

"Pilih buah tanpa serat karena tubuh butuh penyerapan yang cepat, yakni buah yang banyak airnya seperti jeruk, melon, dan semangka," kata dr Sam, menambahkan setelah berbuka dengan jus (sari buah) lanjutkan dengan makanan lengkap, dengan porsi yang sama seperti saat sahur.

Usai shalat tarawih, konsumsi buah dan sayur mengandung karbohidrat kompleks. Kali ini jangan dijus, tetapi makan langsung atau diblender besama kulitnya, seperti saat sahur. Jangan lupa minum empat gelas air putih saat berbuka hingga menjelang tidur. Berpuasa menyehatkan, apalagi dengan asupan yang sehat. Selamat berpuasa.

sumber http://female.kompas.com/read/xml/2010/08/10/20103836/makanan.yang.bikin.tetap.segar.selama.puasa