Sabtu, 07 Januari 2012

Tentang Tugu Yogyakarta

Yogyakarta — Bila datang ke Yogyakarta, dan kebetulan Anda bingung menentukan arah mau ke mana, ada satu patokan yang pasti dikenal oleh seluruh Wong Yogya. Itulah Tugu. Sebuah bangunan monumen sejarah yang terletak di perempatan bertemunya Jalan P Mangkubumi di sisi selatan, Jalan AM Sangaji di sisi utara, Jalan Jenderal Sudirman di sebelah timur, dan Jalan P Diponegoro di sebelah barat. Tugu setinggi 15 meter itu diresmikan pada 3 Oktober 1889 atau 7 Sapar 1819 Tahun Jawa.

Dari Tugu itu pula, maka pendatang dari luar Yogya seolah bisa ”menggenggam” seluruh kawasan kota ini. Tinggal mau ke mana? Semua bisa ditempuh dalam hitungan menit. Yogya kota kecil, Tugu bisa menjadi poros segala arah. Jika kemudian bingung di dalam kota Yogya, silakan kembali ke Tugu. Dijamin Anda tidak bingung lagi!

Asal tahu saja, Tugu itu ternyata juga menjadi salah satu poros imajiner pihak Kraton Yogyakarta. Jika ditarik garis lurus dari selatan ke utara, atau sebaliknya; maka akan ditemukan garis lurus ini: Laut Selatan (konon dikuasai oleh Kanjeng Ratu Kidul, istri Sultan Raja-raja Mataram), Krapyak, Kraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi.

Bahkan, Sultan sebagai penguasa Kraton Yogyakarta, jika duduk di singgasana di Siti Hinggil Kraton, ia bisa memandang Gunung Merapi di sisi utara. Ikatan magis antara Laut Kidul, Kraton, dan Gunung Merapi hingga saat ini dipercaya oleh Wong Yogya. Oleh sebab itu budaya larungan selalu dilaksanakan pada bulan Sura di Laut Selatan maupun Gunung Merapi oleh pihak Kraton.

Filosofi Berubah
Seiring dengan perjalanan sejarah, Tugu yang sudah berumur 100 tahun lebih itu rupanya akan diubah bentuknya. Perubahan bentuk itu – jika jadi dilakukan -- jelas bisa dibilang melanggar undang-undang cagar budaya. Namun apa mau dikata jika yang mau mengubah adalah pihak Kraton Yogyakarta? Tentunya ada alasan kuat yang mendasarinya. Konon, dari catatan sejarah disebutkan, sosok Tugu yang ada sekarang itu sebenarnya telah mengalami perubahan bentuk dari sosok aslinya. Tugu itu semula didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I, pendiri Kerajaan Yogyakarta setelah Mataram Islam yang berpusat di Kartasura terpecah menjadi dua. Sebagian menjadi Kasultanan Yogyakarta, sebagian lagi menjadi Kasunanan Surakarta pada Perjanjian Giyanti tahun 1755. Tugu itu dulu disebut Tugu Golong-Gilig.

Bentuk Tugu Golong-Gilig itu, konon, puncaknya berupa golong (bulatan mirip bola) dan bawahnya berbentuk bulat panjang/silindris atau gilig. Tugu Golong-Gilig tersebut melambangkan tekad yang golong gilig (menyatunya pimpinan/raja dengan rakyatnya). Makna lebih jauh adalah bersatunya raja dan rakyatnya dalam perjuangan melawan musuh maupun menyatu dalam membentuk pemerintahan dalam satu negara. Di sisi lain juga bisa dimaknakan sebagai hubungan antara manusia dengan Sang Khalik.

Jika melihat makna Tugu Golong-Gilig adalah bersatunya antara raja dan rakyat, maka hal itu bisa dimengerti karena pendiri Kerajaan Yogyakarta – kala itu – dikenal sebagai pemberontak yang ingin memisahkan diri dari Kerajaan Mataram Islam yang justru dikuasai penjajah Belanda. Pangeran Mangkubumi (kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I) memilih memberontak dan memisahkan diri daripada kerajaan di bawah pengaruh kekuasaan Belanda.

Pernah Runtuh
Tugu Golong-Gilig semula dibangun setinggi 25 meter. Kemudian karena gempa tektonik pada 10 Juni 1867 atau 4 Sapar Tahun EHE 1284 H atau 1796 Tahun Jawa sekitar pukul 05.00 pagi, tugu itu rusak terpotong sekitar sepertiga bagian. Musibah itu bisa terbaca dalam candra sengkala – sebuah catatan kata yang bermakna angka tahun -- Obah Trusing Pitung Bumi (1796).
Tugu itu kemudian diperbaiki oleh Opzichter van Waterstaat/Kepala Dinas Pekerjaan Umum JWS van Brussel di bawah pengawasan Pepatih Dalem Kanjeng Raden Adipati Danurejo V. Lalu tugu baru itu diresmikan HB VII pada 3 Oktober 1889 atau 7 Sapar 1819 Tahun Jawa. Oleh pemerintah Belanda, tugu itu disebut De Witte Paal (Tugu Putih).

Menurut kerabat Kraton Yogyakarta yang juga Kepala Bapedalda (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) Daerah Istimewa Yogyakarta, Raden Mas Haji Tirun Marwito SH; saat ini Kraton Yogyakarta memang sedang mengkaji kemungkinan mengembalikan Tugu Yogya ke bentuk asalnya. ”Bentuk Tugu yang sekarang ini sudah direkayasa oleh pihak penjajah Belanda saat itu. Akibatnya makna filosofinya sudah berubah,” tuturnya.

Saat dibangun kembali oleh pemerintah Belanda itu, di sana ada candra sengkala Wiwaraharja Manunggal Manggalaning Praja atau tahun Jawa 1819 yang berarti pintu menuju kesejahteraan bagi para pemimpin negara. Hal itu jelas bertentangan dengan simbol Golong-Gilig. Oleh sebab itulah maka pihak Kraton Yogyakarta berniat mengubah bentuk tugu yang sekarang.

”Bila nanti rencana itu dilaksanakan, ada beberapa kemungkinan yang akan ditempuh. Misalnya, Tugu Yogya yang ada sekarang ini dipindah dan diletakkan di pinggir jalan sebagai monumen bahwa Tugu Yogya pernah berbentuk seperti itu. Lalu di lokasi tempat tugu itu berada dibangun kembali Tugu Golong-Gilig seperti yang pernah dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I,” kata Tirun.

sumber: http://haxims.blogspot.com/2010/02/tentang-tugu-yogyakarta.html

10 Mayat Paling Utuh Selama Ratusan Tahun

Selama bertahun-tahun Gereja Katolik Roma telah menemukan mayat dari beberapa orang kudus.Ini adalah daftar orang-orang kudus sepenuhnya utuh paling terkenal.
Saint Veronica Giuliani, Meninggal 1727
Saint Veronica Giuliani (Veronica de Julianis) (1660-9 Juli 1727) adalah seorang mistik Italia. Ia dilahirkan di Mercatello di Kadipaten Urbino. Orangtuanya, Francesco Giuliana dan Benedetta Mancini. Dalam baptisan ia bernama Ursula. Menurut Ensiklopedia Katolik, ia menunjukkan tanda-tanda kesucian dari usia dini. Legenda-nya menyatakan bahwa pada umur delapan belas bulan, dia mengucapkan kata-kata pertamanya memarahi seorang pelayan yang sedang melayani dengan takaran minyak curang.,ia mengatakan jelas: "Apakah keadilan, Allah melihat Anda."




 Saint Zita, Meninggal 1272
Saint Zita (c. 1212 - 27 April 1272) adalah santo pelindung para pelayan dan pembantu rumah tangga. Dia juga mengimbau agar dapat membantu menemukan kunci hilang. Zita sering berkata kepada orang lain bahwa pengabdian adalah salah jika malas. Dia menganggap pekerjaannya sebagai pekerjaan yang diberikan kepadanya oleh Allah, dan sebagai bagian dari penebusan dosa, dan mematuhi tuan dan nyonyanya dalam segala hal sebagai sesuatu yang ditempatkan di atasnya oleh Allah.


Saint John Bosco, Meninggal 1888
Saint Don Bosco, lahir Melchiorre Giovanni Bosco, dan dikenal dalam bahasa Inggris sebagai John Bosco (16 Agustus 1815 - 31 Januari 1888), adalah seorang imam Katolik Italia, pendidik dan diakui pendidik, yang mempraktekkan dogma agamanya, mempekerjakan metode pengajaran yang didasarkan pada cinta daripada hukuman. Ia meletakkan karya-karyanya di bawah perlindungan Fransiskus de Sales; sehingga pengikutnya Salesian Society, mempunyai gaya sendiri. Dia adalah satu-satunya Saint dengan judul "Bapa dan Guru Pemuda"


Paus Piux IX, Meninggal 1878
Paus Pius IX (13 Mei 1792 - 7 Pebruari 1878), lahir Giovanni Maria Mastai-Ferretti, memerintah sebagai Paus dari Gereja Katolik Roma dari ia terpilih pada 16 Juni 1846, sampai kematiannya lebih dari 31 tahun kemudian pada tahun 1878. Paus Pius IX terpilih sebagai kandidat dari sayap liberal dan moderat di College of Cardinals, mengikuti kepausan lengkungan-konservatif Pope Gregory XVI. Awalnya simpati pada reformasi demokrasi dan modernisasi di Italia dan di dalam Gereja, Paus Pius menjadi semakin konservatif setelah ia dijatuhkan sebagai penguasa sementara Negara-negara Kepausan dalam peristiwa-peristiwa yang mengikuti Revolusi 1848



Paus John XXIII, Meninggal 1963
Paus John XXIII (Latin: Ioannes PP. XXIII; Italia: Giovanni XXIII), lahir Angelo Giuseppe Roncalli (25 November 1881 - 3 Juni 1963), terpilih sebagai Paus 261 Gereja Katolik dan berdaulat dari Vatican City pada bulan Oktober 28, 1958. Dia memanggil Konsili Vatikan II (1962-1965) tetapi tidak hidup untuk melihat itu sampai selesai, meninggal pada 3 Juni 1963, dua bulan setelah penyelesaian akhir nya ensiklik Pacem in Terris. Dia dibeatifikasi pada 3 September 2000, bersama dengan Paus Pius IX, Paus pertama sejak Paus St Pius X untuk menerima kehormatan ini.

Saint Bernadette of Lourdes, Meninggal 1879
St Bernadette Bernadette Soubirous lahir di Lourdes, Perancis. Dari Februari-Juli 1858, dia melaporkan delapan belas penampakan "seorang Lady." Meskipun awalnya skeptis dari Gereja Katolik Roma, klaim ini akhirnya dinyatakan layak keyakinan setelah penyelidikan kanonik. Setelah kematiannya, tubuh Bernadette tetap utuh, dan tempat suci di Lourdes kemudian menjadi situs utama untuk berziarah, menarik jutaan umat Katolik setiap tahun.

Saint John Vianney, Meninggal 1859
St Jean Baptiste Marie Vianney (8 Mei 1786 - 4 Agustus 1859) adalah seorang pastor paroki Perancis yang menjadi Katolik santo dan santo pelindung para imam paroki. Ia sering disebut, bahkan dalam bahasa Inggris, sebagai "Ars d'Cure" (imam paroki desa Ars). Dia menjadi terkenal secara internasional karena imam dan karya pastoral di parokinya karena radikal transformasi spiritual masyarakat dan lingkungannya.


Saint Teresa Margaret, Meninggal 1770
Dia meninggal pada 7 Maret 1770 pada usia 22, dan umur pendek ini, dia menghabiskan lima tahun di biara Karmelit di Florence. Dia tidak tampil brilian, menarik perhatian perbuatan, reputasinya juga tidak mencapai dunia yang lebih luas. Dia menghabiskan hidupnya hidup tenang dan dengan kebajikan.




 Saint Vincent de Paul, Meninggal 1660


 Saint Silvan Died circa 350
di sini sedikit diketahui tentang Saint Silvan kecuali bahwa ia martir (dibunuh karena imannya). Mengingat tubuhnya lebih dari 1.600 tahun, itu sangat terpelihara.


sumber: http://www.strov.co.cc/2010/02/10-mayat-paling-utuh-selama-ribuan.html

 

8 cara menikmati kesendirian

Kesepian? apakah anda depresi karena kesepian?
apakah anda tidak punya teman atau dibenci? atau anda adalah orang yang dianggap aneh, dihindari, atau anda memang hanya sendirian?
inilah beberapa cara yang bisa anda terapkan bila ingin mengambil positifitas dari keadaan anda saat ini


 1.)
Buatlah Teman

Entah itu boneka, batu, atau teman imajinasi. jadilah teman dari sesuatu. temukan sesuatu yang lain di luar dirimu


2)

Baca Buku

Bagaimana kau bisa merasa sendirian ketika kau membaca tentang berlayar di lautan yang luas dengan banyak kru atau bertarung dengan raksasa buruk rupa di puncak Gunung Carnivorous?


 3.)
 
Menulis

Entah kau menulis novel, cerpen, fiksi ataupun nonfiksi, menulis adalah salah satu cara yang baik untuk "bicara" dengan dirimu sendiri. menulis juga adalah salah satu cara untuk berpikir tentang hidupmu dan apa yang ingin kau lakukan untuk mengubahnya


 4.)
Menyibukkan Diri

Menggambar, menulis, atau bermain video game, lakukan apang kau suka dan buat dirimu tetap sibuk


 5.)

 
Miliki Hewan Peliharaan

Apabila anda alergi terhadap anjing atau kucing, cobalah ikan atau kura-kura. menangani makhluk hidup lain akan membuat anda sadar bahwa di luar sana banyak sekali yang membutuhkan lebih dari yang anda butuhkan



6.)

Nikmati Keindahan Alam

Sendiri tidak harus di dalam ruangan. pantai atau jalan terjal bisa menjadi pilihan luar biasa untuk menyegarkan diri anda sekaligus mengingatkan anda bahwa dunia ini memiliki banyak sekali kegembiraan yang belum pernah anda rasakan sebelumnya



 7.)
 
Introspeksi

Terkadang, ambil kesempatan saat kau sedang sendiri untuk mengintrospeksi diri, bermeditasi, atau mendengarkan kepada dirimu sendiri. temukan apa yang terbaik untuk dirimu,dan peliharalah pemikiran itu



 8.)
 
Jadilah Dirimu Diantara Orang Lain

Temukan tempat untuk bekerja dengan orang lain, sepertivolunteer. Tidak peduli siapa dirimu, pasti ada seseorang atau sesuatu yang membutuhkanmu. bagilah yang kau miliki, entah waktu, tumpangan, telinga yang baik untuk mendengarkan, atau kaki dan punggungmu untuk sebuah gendongan. menolong orang berarti kau menerima dirimu, danmereka akan berterima-kasih atas usahamu. 


Beberapa tips tambahan






@ Tidak ada yang salah dengan menjadi diri sendiri. kadang ketika kau tidak sendiri berarti kau menemukan orang yang berpikiran cukup terbuka untuk menerima dirimu apa adanya. 

@ Ketika kau sendiri, berarti tidak ada orang yang menyuruhmu untuk bertindak seperti apa dalam kehidupan. ambil kesempatan ini dan bersenang-senanglah dengan melakukan hal yang kau suka